Halaman

Wednesday, June 24, 2020

BENTUK MOLEKUL

      Geometri molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul. Semakin banyak atom penyusun molekul, semakin kompleks geometrinya. Geometri molekul dapat diramalkan berdasarkan teori domain elektron dan teori hibridisasi.

1.       Teori Domain Elektron

Teori domain elektron adalah suatu cara meramalkan geometri molekul berdasarkan tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusat. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. Jumlah domain elektron ditentukan sebagai berikut :

1)      Setiap elektron ikatan (tunggal, rangkap, atau rangkap tiga) merupakan satu domain

2)      Setiap pasangan elektron bebas merupakan satu domain

Untuk mengetahui jumlah domain elektron, terlebih dahulu harus mengetahui struktur Lewis molekulnya.

Prinsip – prinsip dasar teori domain elektron :

1)  Antardomain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak, sehingga domain elektron akan mengambil posisi sedemikian sehingga tolak-menolak diantaranya menjadi minimum.

2)  Pasangan elektron bebas mempunyai gaya tolak yang sedikit lebih kuat daripada pasangan elektron ikatan. Hal ini terjadi karena pasangan elektron bebas hanya terikat pada satu atom sehingga gerakannya lebih leluasa. Urutan kekuatan tolak-menolak diantara pasangan elektron adalah :

Tolakan antarpasangan elektron bebas > tolakan antara pasangan elektron bebas dengan pasangan elektron ikatan > tolakan antarpasangan elektron ikatan.

Akibat dari perbedaan daya tolak tersebut adalah mengecilnya sudut ikatan karena desakan dari pasangan elektron bebas.

3)      Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat. 

Tipe molekul merupakan suatu notasi yang menyatakan jumlah domain (pasangan elektron) disekitar atom pusat dari suatu molekul, baik domain bebas maupun domain ikatan. Tipe molekul ditentukan dengan cara sebagai berikut:

1)      Atom pusat dinyatakan dengan lambang A

2)      Setiap domain elektron ikatan dinyatakan dengan X

3)      Setiap domain elektron bebas dinyatakan dengan E

  

Tipe molekul dapat ditentukan dengan cara berikut:

a)      Senyawa Biner Berikatan Kovalen Tunggal

Jika atom pusat hanya berikatan tunggal, maka setiap ikatan hanya menggunakan satu elektron dari atom pusat. Dengan demikian, jumlah pasangan elektron bebas (E) adalah:

E = (EV – X)/2

Dengan :

EV : jumlah elektron valensi atom pusat

X   : jumlah domain elektron ikatan ( = jumlah atom yang terikat pada atom pusat)

E   : jumlah domain elektron bebas

 

b)      Senyawa Biner Berikatan Rangkap dan Ikatan Kovalen Koordinasi

Jika atom pusat membentuk ikatan rangkap atau ikatan koordinasi, maka setiap ikatan akan menggunakan menggunakan 2 elektron valensi dari atom pusatnya. Dengan demikian, jumlah pasangan elektron bebas (E) adalah : 

E = (EV – 2X)/2

 

2.       Teori Hibridisasi

Teori hibridisasi merupakan cara menentukan geometri molekul berdasarkan proses penggabungan (hibridisasi) orbital-orbital atom yang digunakan oleh elektron-elektron yang saling berkaitan. Hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang energinya setingkat. Jumlah orbital hibrida (hasil hibridisasi) sama dengan jumlah orbital yang terlibat pada hibridisasi itu, sedangkan jumlah orbital yang mengalami hibridisasi sama dengan jumlah domain elektron dalam molekul.

              Berikut ini bentuk molekul dengan menggunakan teori domain dan teori hibridisasi:

PE

PEI

PEB

Notasi

Bentuk Molekul

Contoh Senyawa

2

(sp)

2

0

AX2

Linear

 

BeF2, CO2, CS2

3

(sp2)

3

0

AX3

Segitiga planar/segitiga datar

BF3, SO3, NO3-, CO32-

2

1

AX2E

Bengkok

SO2, SiF2, NO2-

 

4

(sp3)

4

0

AX4

Tetrahedral

CCl4, KrO4, NH4+, BrO4-, dan PO43-

3

1

AX3E

Segitiga piramida/trigonal piramida

NH3, PCl3, XeO3, SO32-, IO3-, NF3-

2

2

AX2E2

Planar bentuk V

H2O, SF2, NH2-, BrO2-

5

(sp3d)

5

0

AX5

Segitiga bipiramida/trigonal biramida

PCl5, KrO3F2

4

1

AX4E

Bidang empat/seesaw/ jungkat-jungkit

ClF4+, KrO2F2, SF4

3

2

AX3E2

Planar bentuk T

XeF3+, IF3, XeOF2

2

3

AX2E3

Linear

XeF2, BrF2-

6

(sp3d2)

6

0

AX6

Oktahedral

SF6, XeOF5+, ClF6+

5

1

AX5E

Piramida sisi empat/bipiramida segiempat

IF5, KrOF4, dan XeF5+

4

2

AX4E2

Segitempat planar/bujur sangkar planar

BrF4- dan XeF4


Untuk mendapatkan penjelasan dan pembahasan soal-soal tentang bentuk molekul, silahkan klik video berikut ini:


      Bentuk Molekul dengan Teori Domain:
       

      Bentuk Molekul dengan Teori Hibridisasi:

   

1.   Unsur 53X dan 9Y dapat membentuk senyawa XY3 yang memiliki bentuk molekul dan kepolaran berturut-turut  . . . .
A.    Bentuk T dan polar
B.     Bentuk V dan polar
C.     Tetrahedral dan polar
D.    Oktahedral dan nonpolar
E.     Trigonal bipiramida dan nonpolar

2.      Diketahui konfigurasi elektron unsur sebagai berikut.
Y  : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
X  : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
Jika kedua unsur tersebut berikatan, bentuk molekul senyawa yang terbentuk sesuai kaidah oktet adalah….
A.    Oktahedral
B.     Tetrahedral
C.     Bujur sangkar
D.    Segitiga datar
E.     Segitiga piramida

3.      Perhatikan data tentang hibridisasi dari beberapa molekul berikut.
No
Rumus molekul
Hibridisasi
Bentuk molekul
1
H2O
sp3
Tetrahedral
2
NH3
sp3
Bentuk V
3
XeF2
sp3d
Linear
4
SO3
sp3
Oktahedral
5
IF5
sp3d
Segitiga piramida
Data yang sesuai ditunjukkan oleh nomor . . . . (Nomor atom H : 1, O: 8, F: 9,  S: 16, I:53,  dan Xe: 54)
A.    1
B.     2
C.    3
D.    4
E.     5

4.      Salah satu senyawa yang dapat dibentuk oleh xenon adalah XeOF5+. Bentuk molekul dari senyawa tersebut adalah . . . . (nomor atom Xe : 54,  O: 16, dan F: 9)
A.    Tetrahedral
B.     Piramida sisi empat
C.     Segitiga planar
D.    Segi  empat planar
E.     Oktahedral

5.      Diketahui unsur X dan Y dengan konfigurasi elektron berikut.
X  :  [Ne] 3s2 3p2
Y  : [Ne]  3s2 3p5
Jika kedua unsur X dan Y membentuk senyawa, pernyataan berikut yang paling tepat adalah . . . .

Senyawa
Hibridisasi
Bentuk molekul
Kepolaran
A
XY3
sp3
Segitiga planar
Nonpolar
B
XY2
sp2
Planar bentuk V
Polar
C
XY
sp3
Tetrahedral
Nonpolar
D
X3Y
sp3d
Trigonal piramida
Polar
E
X2Y
sp3d2
Segiempat planar
Nonpolar

6.      Jika atom 6A dan 17B berikatan, bentuk molekul dan sifat kepolaran yang terbentuk adalah. . . .
A.    Segi empat planar dan polar
B.     Linear dan polar
C.    Tetrahedral dan nonpolar
D.    Oktahedral dan nonpolar
E.     Linear dan nonpolar

7.      Perhatikan konfigurasi 2 buah unsur berikut!
T = [He] 2s2 2p2
Q = [Ne] 3s2 3p5
Bentuk molekul yang terjadi antara 2 unsur jika berikatan sesuai aturan oktet adalah ....
A.       Linear
B.       Segitiga datar
C.       Segitiga piramid
D.       Tetrahedral
E.     Segitiga bipiramid

8.      Nomor atom P adalah 15, sedangkan Br adalah 35. Bentuk molekul PBr5 adalah . . . .
A.    Tetrahedral
B.     Segitiga sama sisi
C.    Trigonal bipiramida
D.    Trigonal piramida
E.     Bujur sangkar

9.      Suatu senyawa mempunyai bentuk molekul oktahedral maka senyawa tersebut akan mempunyai orbital hibrida….
A.    sp
B.     sp2
C.     sp3
D.    sp3d
E.     sp3d2

10 Jumlah pasangan terikat atom pusat suatu molekul senyawa = 3, sedangkan pasangan elektron bebasnya = 0, maka bentuk molekulnya adalah….
A.    Oktahedral
B.     Segitiga sama sisi
C.     Tetrahedral
D.    Segitiga bipiramida
E.Linear


No comments:

Post a Comment