Halaman

Wednesday, June 24, 2020

BILANGAN KUANTUM

1.    Bilangan Kuantum

Diagram Orbital

Distribusi elektron dalam orbital atom dapat dinyatakan dalam diagram  orbital. Dalam satu orbital maksimal ditempati dua elelktron. Oleh karena kedua elektron tersebut mempunyai muatan yang sama (negatif), maka tentunya akan terjadi tolak-menolak. Untuk mengimbangi gaya tolak ini maka kedua elektron dalam orbital haruslah berotasi dengan arah yang berlawanan. Dengan demikian, dalam suatu diagram, kedua elektron digambarkan sebagai dua anak panah yang berlawanan arah .

 

 

Pengisian elektron ke dalam orbital-orbital mengikuti atura Hund, yaitu elektron mengisi orbital-orbital yang kosong terlebih dahulu sebelum kemudian berpasangan.

 

Bilangan Kuantum

Bilangan kuantum

 

Simbol

Syarat

Daerah nilai

Arti

Bilangan kuantum utama

n

Bilangan bulat positif n  0

1, 2, 3, …

1.      Menyatakan kulit atom

2.   Menentukan ukuran dan tingkat energi orbital

3.       Jumlah orbital dalam kulit ke-n = n2

Bilangan kuantum azimuth

l

Bilangan bulat positif dengan l < n

0,1,2,…(n-1)

1.       Menyatakan subkulit

2.       Menentukan bentuk orbital

3.     l = 0 subkulit s

l = 1 subkulit p

l = 2 subkulit d

l = 3 subkulit f

Bilangan kuantum magnetik

m

Bilangan bulat antara –l dan +l

-l hingga +l termasuk 0

1.       Menyatakan orbital dengan arah tertentu

2.  Menentukan arah orbital

3. Jumlah orbital dalam subkulit = 2l + 1

Bilangan kuantum spin

s

+1/2 dan -1/2

+1/2 dan -1/2

Menentukan arah spin elektron


Keterangan:

1)      Untuk n = 1  l yang diperbolehkan hanya 0 (subkulit s)

                    untuk l = 0, m yang diperbolehkan hanya 0

2)      Untuk n = 2  l yang diperbolehkan adalah 0 dan 1 (subkulit s dan p)

                    untuk l = 1, m yang diperbolehkan adalah -1, 0, dan +1)

                         (tiga orbital dengan arah yang berbeda)

3)      Untuk n = 3  l yang diperbolehkan adalah 0, 1, dan 2 (subkulit s, p, dan d)

                    untuk l = 2, m yang diperbolehkan adalah -2, -1, 0, +1, dan +2)

                         (lima orbital dengan arah yang berbeda)

4)      Untuk n = 4  l yang diperbolehkan adalah 0,1,2, dan 3 (subkulit s, p, d, dan f)

                    untuk l = 3, m yang diperbolehkan adalah -3, -2, -1, 0, +1, +2, dan +3)

                         (tujuh orbital dengan arah yang berbeda)

 

          Untuk mendapatkan penjelasan tentang bilangan kuantum, silahkan klik video di bawah ini:

 

      



Unsur X dengan nomor atom 47 mempunyai bilangan kuantum . . . .

A.    n = 4, l = 2, m = +2, s = + ½

B.     n = 5, l = 0, m = 0, s = - ½

C.    n = 5, l = 0, m = 0, s = + ½

D.    n = 4, l = 2, m = -2, s = + ½

E.     n = 5, l = 2, m = +2, s = - ½

 

2.      dalam atim Ni dengan nomor atom 28 terdapat electron yang tidak berpasangan sebanyak . . . .

A.    1

B.     2

C.     3

D.    4

E.     5

 

3.      Konfigurasi elektron ion X2+ yang memiliki bilangan massa 45 dan 24 neutron adalah . . . .

A.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1

B.      1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1

C.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d1

D.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2

E.     1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3

 

4.      Elektron yang mempunyai tingkat energi paling tinggi adalah. . . .

A.    n = 4, l = 0, m = -1, s = + ½

B.     n = 4, l = 0, m = 0, s = + ½

C.    n = 4, l = 2, m = -2, s = + ½

D.    n = 4, l = 1, m = +1, s = + ½

E.     n = 4, l = 0, m = 0, s = - ½

 

5.      Deret bilangan kuantum yang sesuai dengan elektron 3p adalah . . . .

A.    n = 3, l = 1, m = +2, s = + ½

B.     n = 3, l = 2, m = +2, s = - ½

C.     n = 3, l = 3, m = +2, s = - ½

D.    n = 3, l = 0, m = 0, s = + ½

E.     n = 3, l = 1, m = 0, s = + ½

 

6.      Ion X+ mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6. Harga bilangan kuantum elektron valensi dari atom X adalah . . . .

A.    n = 2, l = 0, m = 0, s = - ½

B.     n = 2, l = 1, m = +1, s = - ½

C.     n = 3, l = 1, m = -1, s = + ½

D.    n = 3, l = 0, m = 0, s = + ½

E.     n = 3, l = 2, m = 0, s = + ½

 

7.      Konfigurasi elektron unsur X yang nomor atomnya 29 adalah . . . .

A.    [Ne] 3s2 3p6 4s2 3d9

B.     [Ne] 3s2 3p6 4s1 3d10

C.     [Ne] 3s2 3p5 4s2 3d10

D.    [Ne] 3s2 3p5 4s2 3d9

E.     [Ne] 3s2 3p5 4s1 3d10

 

 

 

8.      Unsur X mengandung 15 proton dan 16 neutron di dalam inti atomnya. Konfigurasi atom X adalah . . . .

A.    [Ne] 3s2 3p3

B.     [Ne] 3s2 3p4

C.     [Ne] 3s2 3p5

D.    [Ne] 4s2 4p4

E.     [Ne] 4s2 3d10 4p1

 

9.      Nomor atom unsur X sama dengan 26. Konfigurasi ion X3+ adalah . . . .

A.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6

B.     1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4

C.     1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3

D.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

E.     1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5

 

10.  Perhatikan diagram orbital berikut:

 

 

 

 

 

Unsur Y dalam sistem periodik terletak pada golongan dan periode berturut-turut....

A.       III A,  3

B.       III B,  4

C.       VA,  3

D.       VII A,  3

E.        VII B,  4


No comments:

Post a Comment