Halaman

Thursday, June 25, 2020

HUKUM DASAR KIMIA

Hukum Kekekalan Massa

1)      Penemu : Antoine Laurent Lavoisier  (1743 – 1949)
2)      Teori : Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah bereaksi adalah  sama
3)      Dasar : pemanasan oksida raksa yang menghasilkan raksa dan flogiston. Flogiston tersebut  dinamakan gas oksigen (O2) oleh Lavoisier
4)      Kelebihan :
1.      Inspirasi bagi Dalton dalam mengemukakan  teori atomnya (atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan)
2.      Dapat menyelesaikan permasalahan mengapa persamaan reaksi harus setara
3.      Prinsip – prinsip dasar Lavoisier dipakai sampai sekarang


Hukum Perbandingan Tetap

1.      Penemu : Joseph Louis Proust (1754 – 1826)
2.      Teori : perbandingan massa unsur – unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.
3.      Dasar : percobaan beberapa senyawa yang berasal dari berbagai tempat yang berbeda
4.      Kelebihan :
1)      Konsep dasar Proust dipakai sampai sekarang
2)      Membuktikan massa atom penyusun suatu senyawa tetap tidak tergantung pada asal ataupun fasenya


Hukum Perbandingan Berganda

1.      Penemu : John Dalton (1766 – 1849)
2.      Teori : jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa dan massa salah satu unsur tetap, maka perbandingan  massa unsur yang lain adalah bilangan bulat dan sederhana
3.      Dasar : teori atom Dalton dan dikembangkan bahwa atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan angka dan perbandingan bulat dan sederhana
4.      Kelebihan : digunakan untuk menentukan rumus kimia senyawa





Hukum Perbandingan Volume

1.      Penemu : Joseph Louis Gay Lussac (1778 – 1850)
2.      Teori : Bila diukur pada suhu dan tekanan (P,T) yang sama, volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding bulat dan sederhana
3.      Dasar : percobaaan Henry Cavendish tentang sintesis air dari gas hydrogen dan gas oksigen pada  T dan P sama selalu berbanding 2 : 1
1 volume H2 + 1 volume Cl2 → 2 volume HCl
             H2      +         Cl2          → 2HCl
2 volume H2  +  1 volume O2   →  2 volume H2O
           2H2     +  O2                   →  2H2O

4.      Kelebihan
1)      Menjadi dasar hukum Avogadro yang digunakan untuk menentukan volume suatu gas
2)      Diterapkan pada reaksi-reaksi gas sampai sekarang



Hipotesis Avogadro

1.      Penemu : Amadeo Avogadro
2.      Teori :  pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama
3.      Dasar : teori Gay Lussac tentang hukum perbandingan volume sehingga Avogadro menjelaskan hubungan antara volume gas dengan jumlah molekul dan koefisien reaksi
4.      Kelebihan : menjelaskan hubungan volume gas dengan jumlah partikel






Untuk memgetahui penjelasan lebih lanjut dan contoh-soal, silahkan kunjungi video di bawah ini:

Penjelasan Teori Hukum Dasar Kimia Part 1



Penjelasan Teori Hukum Dasar Kimia Part 2


Penjelasan Soal-soal Hukum Dasar Kimia


Latihan Soal

1.      Pada ruang tertutup dilakukan pembakaran 7 gram besi dan 4 gram sulfur menghasilkan besi sulfide sebanyak 11 gram. Kenyataan ini sesuai dengan . . . .
A.    Hukum perbandingan tetap (Proust)
B.     Hukum kekekalan massa (Lavoisier)
C.     Hukum perbandingan berganda (Dalton)
D.    Hukum perbandingan molekul (Avogadro)
E.     Hukum perbandingan volume (Gay-Lussac) 
2.      Diketahui massa kalsium 28 gram, massa belerang 20 gram, serta perbandingan massa kalsium dan belerang dalam kalsium sulfide adalah 5 : 4. Massa kalsium sulfide yang terbentuk adalah . . 
A.    8 gram
B.     10 gram
C.     34 gram
D.    45 gram
E.     48 gram 
3.      Besi dapat bereaksi dengan oksigen membentuk besi (II) oksida dengan perbandingan massa sebagai berikut.
Massa (gram)
Fe
O
FeO
7
10
9
14
4
18
15
4
18
11
2
9
Berdasarkan data tersebut, perbandingan massa Fe dan O dalam senyawa tersebut adalah . . . .
A.    1 : 3
B.     5 : 8
C.     4 : 3
D.    6 : 5
E.     7 : 2 
4.      Unsur karbon dan unsur oksigen dapat membentuk dua macam senyawa. Persentase massa unsur-unsur penyusun senyawa I dan II sebagai berikut:
No
Senyawa
Presentase Unsur
C
O
1
I
40
60
2
II
25
75
Perbandingan massa C dalam senyawa I dan II sesuai Hukum Dalton adalah ....
A.    1  :  2
B.     1  :  3
C.     2  :  1
D.    2  :  3
E.     3  :  1 
5.      Bila unsur belerang dibakar dengan oksigen akan diperoleh senyawa belerang dioksida. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut.
Percobaan
Massa (gram)
Belerang (S)
Oksigen (O)
Belerang dioksida
1
32
32
64
2
64
66
128
3
8
10
16
Bila belerang (S) direaksikan sebanyak 16 gram, massa unsur oksigen yang diperlukan adalah ....
A.    20 gram
B.     18 gram
C.     16 gram
D.    14 gram
E.     12 gram 
6.      Pada persamaan reaksi yang belum setara:
NO (g) + H2(g) → N2O(g) + H2O(g)
Perbandingan volume gas pereaksi dan hasil reaksi yang stoikiometris sesuai hukum Gay Lussac adalah . . . .

Volume gas (mL)
NO
H2
N2O
H2O
A
20
20
20
20
B
15
7,5
7,5
7,5
C
35
20
20
20
D
5
10
10
10
E
25
10
10
20

7.      Kalsium dan oksigen dapat bereaksi membentuk kalsium oksida dengan perbandingan massa sebagai berikut:
Massa (gram)
Ca
O
CaO
10
4
14
15
2
7
15
4
14
20
10
28
Berdasarkan data tersebut, perbandingan massa kalsium dengan oksigen dalam senyawa tersebut adalah ....
A.    2  :  3
B.     2  :  5
C.     3  :  2
D.    3  :  4
E.     5  :  2
8.      Data percobaan reaksi magnesium dengan oksigen membentuk magnesium oksida sebagai berikut:
Percobaan
Massa Magnesium (gram)
Massa Oksigen (gram)
Massa Magnesium oksida (gram)
1
9
7
15
2
18
8
20
3
15
12
25
4
24
16
40
Berdasarkan data tersebut perbandingan massa magnesium dengan oksigen dalam magnesium oksida adalah....
A.    2  :  1
B.     2  :  3
C.     3  :  2
D.    3  :  4
E.     4  :  3 
9.      Pada proses industri pengolahan logam besi terjadi reaksi:
Fe2O3 (s) + CO(g) → Fe(s) + CO2(g) (belum setara)
Jika dibutuhkan 16 gram besi (III) oksida, maka volume gas CO2 yang dihasilkan (STP) sebanyak .... (Jika Ar = Fe = 56 ; O = 16)
A.    1,12 L
B.     2,24 L
C.     4,48 L
D.    6,72 L
E.     11,2 L 
10.  Gas amonia dapat dibuat melalui reaksi: N2(g) + H2(g) → NH3(g) (belum setara)
Jika sebanyak 14 gram gas nitrogen direaksikan dengan gas hidrogen, volume gas amonia yang dihasilkan pada keadaan standar (STP) adalah .... (Ar N= 14; H= 1)
A.    6,72 L
B.     11,2 L
C.     22,4 L
D.    44,8 L
E.     67,2 L
11.  Pada saat bijih besi, besi (III) oksida direduksi dalam tungku pembakaran dihasilkan besi dengan reaksi berikut: Fe2O3(s) + CO(g) → Fe(s) + CO2(g) (belum setara)
Jumlah volume gas CO2 (STP) yang dapat dihasilkan dari 80 gram bijih besi tersebut adalah .... (Ar. O = 16, Ar Fe = 56)
A.    0,36 L
B.     1,12 L
C.     7,47 L
D.    33,60 L
E.     44,80 L
12.  Pada industri asam sulfat menurut proses kontak dilakukan dengan mereaksikan gas SO2 dan O2 menurut persamaan reaksi: SO2 (g) + O2 (g) SO3 (g)
Sebanyak 12,8 gram gas SO2 (Ar S = 32, O = 16) direaksikan dengan gas oksigen. Volume gas SO3 (STP) yang terjadi adalah ....
A.    2,24 L
B.     4,48 L
C.     6,72 L
D.    22,4 L
E.     44,8 L 
13.  Berikut persamaan reaksi pembakaran sempurna gas propana:
C3H8 (g) + 5 O2 (g) → 3 CO2 (g) + 4 H2O (g) Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 20 liter gas propana digunakan untuk menghasilkan 60 liter gas karbon dioksida dan 80 liter uap air. Fenomena ini sesuai hukum . . . .
A.    Dalton
B.     Lavoisier
C.     Boyle
D.    Gay Lussac
E.     Proust
14.  Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 50 liter gas N2 dan 75 liter gas O2 bereaksi menghasilkan 50 liter gas N2O3 dengan reaksi sebagai berikut:
2N2(g) + 3O2(g) →2N2O3 (g) Kenyataan ini sesuai dengan hukum ....
A.    Lavoisier
B.     Proust
C.     Dalton
D.    Gay Lussac
E.     Avogadro 
15.  Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 1 liter campuran gas yang terdiri dari 80% gas metana dan 20% gas etana dibakar sempurna dengan gas oksigen, penentuan volume gas oksigen yang diperlukan dapat menggunakan pendekatan hukum ....
A.    Dalton
B.     Proust
C.     Avogadro
D.    Lavoisier
E.     Gay Lussac 
16.  Gas amoniak, NH3, dapat dihasilkan dari reaksi:
(NH4)2SO4 + 2 KOH → K2SO4+ 2 NH3+ 2 H2O
Volume gas amoniak yang dihasilkan apabila sebanyak 0,56 liter (NH4)2SO4 digunakan pada reaksi tersebut adalah ....
A.    1,12 liter
B.     1,20 liter
C.     2,24 liter
D.    11,20 liter
E.     22,40 liter
17.  Belerang bersifat mudah terbakar dan menghasilkan gas belerang dioksida (SO2). Gas ini dapat menyesakkan pernapasan dan menimbulkan gejala batuk. Dalam jumlah besar, gas ini dapat merusak paru-paru bahkan menyebabkan kematian. Di udara, gas SO2 dapat teroksidasi menjadi belerang trioksida, menurut reaksi:
2SO2(g) + O2(g) → 2SO3(g)
Jika sebanyak 10 liter gas sulfur dioksida yang teroksidasi, maka volume gas belerang trioksida yang dihasilkan pada P.T. yang sama adalah . . . .
A.     1 liter
B.     3  liter
C.     5  liter
D.    7  liter
E.     10  liter
18.  Gas nitrogen direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan gas dinitrogen trioksida sesuai persamaan reaksi : N2 (g) + O2 (g) → N2O3 (g) (belum setara). Jika volume gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume N2 : O2 adalah. . . .
A.    2  :  5
B.     2  :  3
C.     2  :  1
D.    1  :  2
E.     1  :  1
19.  Data percobaan unsur X dan Y membentuk senyawa sebagai berikut.
Pada reaksi X + Y → XY diperoleh data :
No
Massa X (gram)
Massa Y (gram)
Massa XY (gram)
1
7,0
4,0
11
2
14
8,0
22
3
21
12
33
4
3,5
2,0
5,5
Dari data tersebut, perbandingan unsur X dan unsur Y dalam senyawa adalah ....
A.    1  :  2
B.     2  :  3
C.     3  :  4
D.    4  :  7
E.     7  :  4 
20.  Pada pembakaran sempurna 1 liter CxHy (P, T) dihabiskan 3 liter gas oksigen (P, T) dan dihasilkan 2 liter gas karbon dioksida (P, T) dengan reaksi berikut.
CxHy  +  O2       CO2  +  H2O
Berdasarkan hukum Proust, perbandingan C dan H dalam senyawa CxHy  adalah . . . .
A.    1  :  2
B.     2  :  3
C.     3  :  5
D.    5  :  2
E.     6  :  1
21.  Tabel kandungan senyawa dan unsur-unsur penyusunnya adalah sebagai berikut.
Senyawa
X
Y
I
50%
50%
II
40%
60%
Pada massa X yang sama, perbandingan massa Y pada senyawa I dan II adalah . . . .
A.     1  :  2
B.     2  :   1
C.     2  :  3
D.    3  :  1
E.     3  :  2
22.  Sebanyak 5 liter gas LPG dibakar sempurna menghasilkan 19 liter karbon dioksida. Jika gas LPG mengandung gas propana dan gas butana, perbandingan volume gas propana dan gas butana pada gas LPG tersebut adalah . . . .
A.    1  :  4
B.     2  :  3
C.     3  :  2
D.    4  :  1
E.     5  :  2
23.  Sebanyak 28 gram besi yang direaksikan dengan oksigen akan menghasilkan 40 gram Fe2O3. Perbandingan besi dengan oksigen yang dibutuhkan adalah . . . .
A.    2  :  3
B.     3  :  7
C.     7  :  3
D.    7  :  10
E.     10  :  7 
24.  Sebanyak 250 mL oksigen digunakan untuk membakar CxHy sehingga menghasilkan CO2 sebanyak 150 mL. senyawa hidrokarbon yang terbentuk adalah . . . .
A.    C2H2
B.     C2H4
C.     C3H8
D.    C4H8
E.     C4H10
25.   Perhatikan reaksi berikut.

Si + O2      →       SiO2
Pada reaksi antara 15 gram silikon dengan 8 gram oksigen, dihasilkan silicon dioksida dan tersisa 1 gram silikon. Hal tersebut sesuai dengan hukum . . . . (Ar Si: 28  dan O:16)
A.    Perbandingan berganda (John Dalton)
B.     Kekekalan massa (Lavoisier)
C.     Perbandingan volume (Gay Lussac)
D.    Perbandingan tetap (Joseph Proust)
E.     Perbandingan molekul (Avogadro)
26.  Perhatikan data percobaan berikut.
No
Massa Fe
Massa S
Massa FeS
Massa pereaksi sisa
1
28 gram
16 gram
44 gram
-
2
7 gram
8 gram
11 gram
4 gram S
3
42 gram
8 gram
22 gram
28 gram Fe
Massa pereaksi yang tersisa pada reaksi 20 gram besi dengan 8 gram belerang adalah . . . .
A.    0 gram
B.     6 gram S
C.     8 gram S
D.    6 gram Fe
E.     8 gram Fe
27.  Unsur X (Ar : 14) dapat membentuk oksida yang mengandung 70% oksigen (Ar O: 16). Rumus molekul senyawa oksida tersebut adalah . . . .
A.    N2O5
B.     N2O3
C.     N2O
D.    NO2
E.     NO

No comments:

Post a Comment