Halaman

Thursday, July 23, 2020

ISOMER OPTIS SENYAWA TURUNAN ALKANA

Isomer Optis

Cahaya terpolarisasi (cahaya terkutub), yaitu cahaya yang hanya bergetar pada satu bidang. Bidang getar itu disebut bisang polarisasi. Cahay biasa dapat dipolarisasikan dengan menggunakan polarisator.

Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan suatu kegiatan optis, yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. Ada yang memutarkannya ke kanan (searah jarum jam), ada pula yang memutar ke kiri (berlawanan araj jarum jam). Senyawa  yang dapat memutarkan bidang polarisasi disebut bersifat optis aktif.

Isomer optis berkaitan dnegan sifat optis. Satu contoh senyawa yang menunjukkan kegiatan optis adalah 2-butanol. Terdapat 2 jenis poarisasi 2-butanol yaitu, memutarkan bidang polarisasi 13,520 ke kanan dan memutar 13,520 ke kiri. Arah putaran selanjutnya dinyatakan dengan tanda (+) atau d (dekstro) untuk pemutar kanan dan (-) atau l (levo) untuk pemutar kiri. Jadi 2-butanol mempunyai 2 isomer optis, yaitu d-2-butanol dan l-2-butanol.

Menurut Lebel dan van’t Hoff, isomer optis disebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul, yaitu atom C yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Dalam 2-butanol, atom C nomor 2 merupakan atom C asimetris karena terikat pada 4 gugus yang berbeda, yaitu –C2H5, -H- -OH, dan –CH3. Atom C asimetris itu ditandai dengan tanda asterik (*).

Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral (seperti tangan kita, khiral = tangan kita). Kedua tangan kita mempunyai bentuk yang sama tetapi tidak setangkup. Tangan kanan tidak dapat ditindihkan di atas tangan kiri sehingga jari-jari sejenis saling bertumpang tindih. Tangan kiri identik dengan bayangan cermin dari tangan kanan.

Senyawa yang mengandung n atom C asimetris dapat mempunyai sebanyak-banyaknya 2n isomer optis. Jadi, senyawa yang mempunyai 2 atom C asimetris dapat mempunyai sebanyak-banyaknya 22 = 4 isomer optis, yang mempunyai 3 atom C asimetris dapat mempunyai 23 = 8 isomer optis.

Senyawa-senyawa yang berisomer optis biasanya digambarkan secara vertical dengan gugus fungsi berada di atas. Konfigurasi molekul pada atom karbon asimetris dibedakan dengan menempatkan dua gugus yang berbeda pada sisi yang berbeda.

Dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Isomer-isomer yang bukan enansiomer disebut diastreoisomer. Konfigurasi molekul sangat berperan dalam reaksi-reaksi biokimia, karena molekul yang terlibat disana bersifat kiral. Dalam dunia farmasi, sering dijumpai suatu molekul adalah obat, sedangkan enansiomernya bersifat racun.


Untuk mengetahui penjelasan dan pembahasan soal-soal tentang Isomer Optis, silahkan kunjungi video berikut ini:


No comments:

Post a Comment