Halaman

Friday, July 3, 2020

PENGENCERAN (KEMOLARAN)

Hai semuanya, kali ini kita bahas tentang pengenceran ya….

Teman-teman semuanya pasti tidak asing dengan kata pengenceran kan?
Tapi teman-teman tahu kan, apa itu pengenceran?  

      Pengenceran itu sama saja dengan kita menambahkan pelarut (air) ke dalam larutan yang kental/pekat. Contohnya nih supaya teman-teman langsung ngerti, misal nih yah kita mau buat sirup, sebelum minum sirup, kita tuangin dulu dong sirupnya ke dalam gelas dari botolnya, karna kalau kita minum langsung sirup dari botolnya, rasanya manis banget dong ya dan terasa kesat di tenggorokan. Jadi kita harus nambahin air dan es ke dalam sirup yang telah dituangin ke dalam gelas tersebut. Selanjutnya diminum deh!!!  Ini contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

        Nah kalau di laboratorium, kalau mau praktikum semuanya bahan-bahannya harus disiapin dulu, karena tidak semua bahan kimia yang dibeli langsung bisa dipakai, terkadang konsentrasi (kepekatannya) terlalu besar, jadi kita harus encerin terlebih dahulu. Gunanya untuk apa??

        Larutan itu diencerkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk praktikum, missal kalau yang dibutuhkan konsentrasinya 1 M padahal yang dibeli konsentrasinya 18 M, berarti kita harus encerkan dulu dong.

       Larutan pekat yang biasa diencerkan adalah jenis larutan asam dan ammonia.  Larutan asam dan ammonia disimpan dalam botol coklat/gelap supaya  tidak mudah terokisidasi.

Teman-teman pernah perhatikan ngak label yang ada dibotol larutan asam/ammonia (larutan yang mau diencerkan)????  Apa saja informasi yang ada? Dan gunanya untuk apa?

       Label yang ada pada botol berisi informasi tentang persentase (kadar) larutannya, massa molekul relatif (Mr), nama larutannya, sifat larutannya (apakah korosif, mudah terbakar dll) dan masih banyak yang lainnya. Jadi yang tersedia itu bukan konsentrasinya, jadi kita harus menghitung konsentrasi larutannya terlebih dahulu sebelum diencerin. 

        Jadi ada perhitungannya teman-teman, ngak sembarangan nuangin dan buka botolnya. Biasanya larutannya itu pekat, konsentrasinya biasanya 18 M dan kalau lagi praktikum harus menggunakan masker ya, karena bau larutannya sangat pekat dan jika terhirup bisa berdampak buruk, jadi harus hati-hati ya….

      Untuk menghitung konsentrasi (M) larutan yang terdapat pada botol tersebut, kita perlu data kadar larutan tersebut dan massa molekul relatifnya. Misal larutan asam sulfat dengan kadar 98% dan massa jenis (𝜌) 1,8 kg/L dan Mr nya 98, maka rumusnya adalah :



     Setelah kita menghitung kemolaran larutannya, barulah kita bisa mengencerkan larutannya. Misalnya kita mau mengencerkan larutan asam sulfatnya (H2SO4) menjadi 2 M dan volume yang kita inginkan 200 mL, maka rumus untuk mengencerkannya adalah :


M1V1 = M2V2

Keterangan :
M1 =  konsentrasi awal larutan (sebelum diencerkan)
V1 = volume larutan awal (volume larutan yang akan diencerkan)
M2 = konsentrasi setelah diencerkan

V2 = volume larutan setelah diencerkan (volume pelarut + volume larutan V1


Untuk mengetahui cara melakukan pengenceran larutan di laboratorium, teman-teman silahkan kunjungi video berikut ini:


Contoh Soal

1.     Tersedia 150 mL larutan KOH 1 M. Berapakah konsentrasi akhir larutan tersebut jika diencerkan hingga 300 mL ?

2. Berapa mL air harus ditambahkan pada larutan 50 mL 0,2 M H2SO4 agar dihasilkan larutan H2SO4 baru dengan konsentrasi 0,02 M?

3. Hitunglah berapa kemolaran larutan setelah 200 mL larutan 0,2 M NaOH ditambahkan pada 50 mL larutan 0,6 M NaOH?



21 comments:

  1. Berasa kembali ke sekolah SMA lagi. bisa saya rekomendasikan ke siswa kelas 10 nih, biar belajar kimia jadi gampang. Makasih ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, di rekomendasikan juga bagus, setidaknya kita bisa sama-sama membantu anak2 belajar dari rumah di saat kondisi pandemi ini yang mengharuskan mereka belajar dari rumah

      Delete
  2. wah kimiaku nilainya gitu deh pas SMA tapi baca tulisan ini kok ku lebih ngerti ya..coba dulu diterangin kyk gini pasti nilai nya wow.banget..hehe

    ReplyDelete
  3. Mantap Mbak, bisa jadi inspirasi buat nulis fiksi. Hehehe

    ReplyDelete
  4. Cukup memahami penjelasannya tinggal bagian ngitungnya yang masih perlu latihan nih hehe

    ReplyDelete
  5. Aku ngebayangin seandainya dulu guru kimiaku menjelaskan dengan lebih sederhana begini kan aku jadi suka pelajaran kimia donk.. hihihi thanks ya kak

    ReplyDelete
  6. Masya Allah pengen balik kuliah, bilangin ke ade tingkat. Wooyyy KIMIA itu GAMPANG:))

    ReplyDelete
  7. Sumpah yaa kayak balik SMA lagi dan aku gasuka kimia wkwkwk. Tapi baca ini lumayan yaah. Apa dulu karena ngga ada media pembelajaran kimia yg pas ya? Eh jadi cari kambing nih.
    Kontennya keren. Lanjutkan kak!

    ReplyDelete
  8. Wah menarik nih, pembahasannya mudah di mengerti. Tapi ya karena basicnya saya suka pusing duluan kalo baca soal kimia jadi ya ini cocok untuk anak anak MIPA hehehe.

    ReplyDelete
  9. Aku anak MIPA waktu duduk dibangku SMA, tapi berhubung udah beberapa tahun yang silam dan aku pun udah hampir lupa sama pelajaran. Jadi sedikit banyaknya cuma ingat sedikit sedikit aja kak.

    Tapi kalau dipelajari lagi,insya Allah aku mudaj ngerti. Soalnya pelajaran kesukaanku ini mah

    ReplyDelete
  10. Pengin ngerjarin soalnya, tapi kok senut-senut dulu ya kepalanya gak mau banget diajak mikir. Ini gara-gara pas pelajaran kimia di SMA suka bolos.

    ReplyDelete
  11. kalau dulu guru Kimia-ku kaya k lia aku ga defence kali yaa, soalnya negejelasinnya mudah dipahami gini, semoga bermanfaat ya k artikel ini buat adek-adek

    ReplyDelete
  12. Kl gurunya mbak Lia, kimia jd seru yaaa. Guru kimia ku rata2 horor haha

    ReplyDelete
  13. Metode pengenceran ini oenting banget untuk di rumah sakit. Tenaga medis dan paramedis mesti menguasai.

    ReplyDelete
  14. Ya Allah susahnya kimia itu sampai NaOH aku bacanya Noah loh kak, agak mudeng dikit sie kak tapi masih Noah ingetnya heheheh

    ReplyDelete
  15. Waktu penelitian dulu saya mengencerkan HCl pekat. Karena itu bahan berbahaya, paranoid lah saya, dan lagi saya bukan orang kimia melainkan orang teknik. Akhirnya nanya ke analis laboratoriumnya gimana cara mengencerkannya, dikasih tahu lah rumus seperti yang mbak Lia kasih tau itu

    ReplyDelete
  16. Ya tetap saja mas Fadli tetap bisa mengercerkan HCl pekatnya sendiri kan

    ReplyDelete
  17. Saya dulu waktu SMA pernah dapat nilai bagus waktu pelajaran kimia. Sayangnya habis itu kuliah keterima di sosial jadi ambyar deh ilmu kimianya. Jadi sekarang kalau lagi temani anak belajar dan ada bau2 kimia gitu mending googling deh. Hihi

    ReplyDelete
  18. Berjasa banged para ahli Kimia ya bs membantu pengenceran zat² menggunakan rumus. Terima kasih bu guru Lia, telah mengajarkan pelajaran pengenceran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama bu, saya sangat senang jika apa yang saya tahu orang lain juga mengetahuinya

      Delete
  19. Asyik nih caranya menjelaskan. Andai semua guru pelajaran IPA kayak gini, hihi....

    ReplyDelete