Halaman

Wednesday, July 15, 2020

SEL VOLTA

Sel Volta terdiri atas dua sel yang terhubung dengan jembatan garam. Pada ujung salah satu sel terjadi reaksi reduksi (katode), sedangkan pada ujung sel lainnya terjadi reaksi oksidasi (anode). Pada sel Volta, elektron mengalir dari ujung anode (mengalami reaksi oksidasi/ E0 kecil ) ke ujung katode (mengalami reaksi reduksi/E0 besar).

Ujung katode dan anode dapat ditentukan melalui potensial reduksinya. Semakin besar nilai potensial reduksi suatu unsur, semakin mudah unsur tersebut mengalami reduksi. Berikut urutan deret Volta:

Li – K – Ba –  Ca – Na – Mg – Al – Mn – Zn – Cr – Fe – Ni – Co – Sn – Pb – H – Cu – Hg – Ag – Au

Logam yang berada disebelah kiri dalam deret Volta akan semakin mudah mengalami reaksi oksidasi (reduktor kuat) di anode, sementara logam yang berada disebelah kanan semakin mudah mengalami reaksi reduksi (oksidator kuat) di katode.

1.     Notasi Sel

Reaksi sel Volta dapat dinyatakan dengan suatu notasi reaksi singkat yang disebut diagram sel Volta. Penulisan diagram sel Volta adalah sebagai berikut:

Anode │ion ║ion │Katode

Sebagai contoh, terdapat unsur Zn dan Sn dalam bagan sel Volta, maka penulisan diagram sel Volta adalah

Zn │ Zn2+ ║ Sn2+ │Sn

2.      Potensial sel (E0sel

Potensial listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:

E0sel = E0katode - E0anode

          = E0reduksi - E0anode

Jika nilai E0sel bernilai positif (+),  reaksi dinyatakan spontan (dapat berlangsung) sedangkan jika nilai E0sel bernilai negative (-), reaksi dinyatakan tidak spontan (tidak dapat berlangsung).

3.   Sel Volta dalam kehidupan sehari-hari adalah aki, baterai kering, baterai alkaline, baterai perak oksida, merkuri oksida, nikel kadmium, dan sel bahan bakar.


Untuk mengetahui penjelasan dan pembahasan soal-soal sel volta, silahkan kunjungi beberapa video berikut ini:



  • Soal-Soal Sel Volta

1 comment:

  1. waaah terimakasih atas ilmu yang telah dibagikan kak :D sangat bermanfaat dan mudah dipahami. semangat selalu ya kak

    ReplyDelete