Halaman

Monday, July 20, 2020

SENYAWA TURUNAN ALKANA

Untuk mengetahui penjelasan dan pembahasan soal-soal tentang Senyawa Turunan Alkana, silahkan kunjungi beberapa video berikut ini:

Tata Nama Alkohol


Reaksi Kimia Alkohol dan Eter


Tata Nama Eter

Tata Nama Aldehid dan Keton


Reaksi Kimia Aldehid, Keton, Asam Karboksilat, Ester, dan Alkil Halida


Tata Nama Asam Karboksilat, Ester, dan Alkil Halida


Soal-Soal Senyawa Turunan Alkana Part 1


Soal-Soal Senyawa Turunan Alkana Part 2


  Senyawa Turunan Alkana

  • Senyawa turunan alkana adalah senyawa alkana yang satu atau lebih atom H-nya diganti dengan gugus fungsi tertentu.
  • Gugus fungsi adalah atom atau kelompk atom yang merupakan ciri khas senyawa dan merupakan penentu sifat suatu senyawa.
  • Beberapa senyawa turunan alkana dijelaskan dalam tabel berikut:
  • Senyawa –senyawa karbon yang saling berisome gugus fungsi yaitu alkohol dan eter dengan rumus molekul CnH2n+2O, aldehid dan keton dengan rumus molekul CnH2nO, dan asam karboksilat dan ester dengan rumus molekul CnH2nO2

1.      Alkohol

a)       Tata nama IUPAC

1)       Tata nama alkohol diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran –a menjadi –ol

2)      Nama alkohol diawali dengan menyebutkan letak gugus –OH

3)   Bersadarkan letak gugus OH, alkohol dibedakan menjadi alkohol primer ( terikat pada atom C yang mengikat satu atom C lain), alkohol sekunder (terikat pada atom C yang mengikat dua atom C lain), alkohol tersier (terikat pada atom C yang mengikat tiga atom C lain).

4)    Untuk struktur bercabang, penomoran rantai utama dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan gugus –OH dan gugus cabang.

5)      Alkohol yang mengikat lebih dari dari satu gugus –OH menggunakan awalan di, tri, tetra, dan seterusnya sesuai jumlah gugus –OH.

6)     Untuk polialkohol yang mempunyai lebih dari satu gugus –OH, diberi awalan di, tri, tetra, dan seterusnya di depan alkohol. Contoh, alkohol yang memiliki dua gugus –OH diberi nama dialkohol (diol) dan tiga gugus –OH diberi nama trialkohol (triol)

b)        Sifat fisika dan kimia

1)  Gugus –OH bersifat polar sedangkan rantai alkil bersifat nonpolar sehingga dapat bercampur dengan senyawa ion, kovalen polar, dan non polar

2)      Cairan jernih dan berbau khas

3)     Alkohol suku rendah mudah larut dalam air sedangkan suku tinggi, cairan kental dan tidak larut dalam air

4)     Terdapat ikatan hidrogen  dan gaya london dalam senyawa sehingga titik didih lebih tinggi dari eter

5)  Bersifat amfoter (dapat bertindak sebagai asam/pendonor proton atau sebagai basa/ akseptor proton

6)    Semakin banyak gugus –OH pada senyawa alkohol, titik didihnya semakin besar karena terjadinya peningkatan ikatan hidrogen antar molekul polialkohol

c)          Reaksi alkohol

1)      Alkohol dapat teroksidasi :

a)       Alkohol primer →  aldehid  →  asam karboksilat

b)     Alkohol sekunder → keton

c)      Alkohol tersier tidak teroksidasi

2)      Contoh reaksi alkohol:

           2CH3OH + 2Na  →  2CH3ONa +  H2

           C2H5OH  + HCl  →  C2H5Cl  +  H2O

           3C2H5OH  +  PCl3  →  3C2H5Cl  +  H3PO3

           C2H5OH + PCl5  →    C2H5Cl + POCl3 + HCl

           CH3COOH + CH3CH2OH  →   CH3COOCH2CH3 + H2O  (Reaksi Esterifikasi)

           CH3OH + Cl2   →   CH2ClOH + HCl

           C2H5OH + H2SO4 pekat belebih (1800C)   →   C2H4 + H2O

           C2H5OH + H2SO4 pekat (1300C) →  C2H5OC2H5 + H2O

d)       Kegunaan senyawa alkohol

1)     Metanol (CH3OH), digunakan sebagai pelarut lemak, senyawa organik campuran spritus, bahan bakar alternatif, bahan dasar metanal, pembuatan pupuk,  sebagai zat denaturasi etanol, dan pelarut senyawa organik

2)  Etanol (C2H5OH), digunakan sebagai bahan bakar (spritus), antiseptik, pelarut, obat tonikum, desinfektan, zat warna, parfum, sebagai minuman beralkohol dan serat sintesis.

3)   Etilen glikol (CH2OHCH2OH), digunakan sebagai bahan antibeku pada radiator mobil, bahan baku serat dakron, pelarut, dan bahan pelunak

4)      Gliserol (CH2OHCHOHCH2OH), digunakan sebagai bahan pelembab, dan pelembut pada lotion dan berbagai kosmetik, bahan tambahan dalam obat-obatan, dan bahan peledak.

2.      Eter

a)      Tata nama IUPAC

1)    Nama eter didahului nama alkoksi diikuti nama alkananya, dimaan alkoksi merupakan rantai yang lebih pendek

2)     Penulisan nama  eter : nomor alkoksi – nama alkoksi – nomor cabang pada rantai alkana – nama cabang – nama rantai utama alkana

b)      Sifat fisika dan kimia

1)    Memiliki gugus –O- yang polar dan rantai alkil yang nonpolar sehingga dapat bercampur dengan senyawa ion, kovalen polar, dan nonpolar

2)       Cairan tak berwarna, mudah menguap (uapnya lebih padat dibanding udara)  dan terbakar

3)       Mempunyai sifat membius dan berbau tidak enak

4)   Titik didih relatif rendah dibanding alkohol karena tidak memiliki ikatan hidrogen tetapi adanya gaya London

5)       Kurang reaktif

c)      Reaksi eter

1)       CH3CH2OCH3 + O2   →  3CO2 + 4H2O

2)       CH3CH2OCH3   + Na →  tidak bereaksi

3)       HX terbatas : R – O – R’   + HX   → R – OH + R’ – X

4)       HX berlebih : R – O – R’    +  2HX →  R – X  +  R’ – X + H2O

5)       R – O – R’ + PCl5  →   R – Cl + R’ – Cl + POCl3

d)     Kegunaan senyawa eter

1)     Dietil eter (C2H5OC2H5), sebagai obat bius dalam operasi  (anestesi) dan pelarut senyawa organik

2)       MTBE (CH3OC(CH3)3)), bahan adiktif untuk menaikkan bilangan oktan bensin.

 

3.      Aldehid / Alkanal

a)      Tata nama IUPAC

1)       Nama aldehid diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –al

2)       Pada struktur bercabang, rantai terpanjang dengan salah satu ujung mengikat gugus –COH

3)       Atom C yang mengikat gugus –COH diberi nomor satu

b)      Sifat fisika dan kimia

1)       Suku rendah mudah menguap dan berbau tajam

2)       Suku tinggi berupa zat cair kental dan berbau enak

3)    Bersifat polar karena adanya gugus karbonil Cδ+ = Oδ- dengan dipol-dipol sehingga titik didihnya lebih tinggi dibanding alkana

4)       Memiliki gaya London (gaya tarik-menarik dipol sesaat-dipol terimbas)

5)  Kelarutan aldehid dalam pelarut polar seperti air akan berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena aldehid semakin bersifat non-polar.

6)       Reduktor kuat

c)      Reaksi  aldehid

1)       Aldehid mempunyai gugus karbonil berikatan rangkap sehingga mudah mengalami adisi.

2)       Adisi aldehid dengan hidrogen menghasilkan alkohol primer

                   R – CHO + H – H  →  R –CH2 – OH (Alkohol primer)

3)       Adisi aldehid dengan pereaksi Grignard menghasilkan alkohol sekunder

4)       Aldehid dapat dioksidasi menghasilkan asam karboksilat

5)   Dioksidasi oleh pereaksi Fehling ( reaksi Fehling dipakai untuk identifikasi adanya gula pereduksi dalam urine pada penderita diabetes)

                  R – CHO + 2CuO  →   R – COOH + Cu2O (s) (endapan merah bata)

6)       Dioksidasi oleh pereaksi Tollens

                   R – CHO + Ag2O   →   R – COOH + 2Ag (s)  (cermin perak)

7)       Dioksidasi oleh pereaksi Nesier

                   R – CHO + 2HgO  →   R – COOH + Hg2O (s) (endapan hitam)

d)      Kegunaan senyawa aldehid

1)   Formaldehida (HCHO), digunakan sebagai desinfektan, insektisida, insektisida, pengawet mayat, dan bahan pembuat plastik termoset

2)     Asetaldehid, digunakan sebagai zat warna, bahan pembuat plastik, bahan pembuatan asam karboksilat, dan bahan pembuat karet sintesis.

4.      Keton

a)      Tata nama IUPAC

1)       Nama keton diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran –a dengan –on

2)     Pada struktur bercabang, rantai utama merupakan rantai terpanjang yang mengikat gugus –CO-

3)   Penomoran atom C dimulai dari salah satu ujung dengan posisi gugus  –CO- mempunyai nomor terkecil

4)       Letak dan nama cabang ditulis terlebih dahulu diikuti letak gugus –CO- dan rantai utama

b)      Sifat fisika dan kimia

1)       Suku rendah berupa cairan yang mudah larut dalam air

2)       Suku sedang berupa cairan yang sukar larut

3)       Suku tinggi berupa zat padat sukar larut dalam air

4)   Memiliki gaya tarik emnarik dipol-dipol dan gaya London seperti aldehid sehingga sifat fisisnya juga mirip

5)       Reduktor lemah

6)   Memiliki gugus karbonil –CO- yang polar dan rantai alkil yang nonpolar sehingga dapat bercampur dengan senyawa ion, kovalen polar, dan kovalen nonpolar

c)      Reaksi keton

1)       R – CO – R ‘ + H2  →    R – CH(H) – R’ (Alkohol sekunder)

2)       Senyawa keton tidak bereaksi dengan pereaksi Tollens, Fehling dan Benedict

d)     Kegunaan senyawa keton

1)       Propanon/aseton (CH3COCH3), sebagai pembersih cat kuku, pelarut senyawa organik, dan  pelarut plastik

2)   Butanon (CH3CH2COCH3), digunakan sebagai pelarut senyawa organik dalam proses di industri

5.      Asam karboksilat

a)      Tatanama IUPAC

1)  Nama diturunkan dari alkananya dengan mengganti akhiran –a dengan oat dan diawali dengan kata asam

2)       Pada struktur bercabang, rantai utama harus mempunyai gugus –COOH

3)       Atom C pada gugus –COOH diberi nomor satu

b)      Sifat fisika dan kimia

1)       Suku rendah mudah menguap dan berbau tajam

2)       Suku tinggi sulit menguap

3)       Terdapat ikatan hidrogen dan titik didih tinggi

4)       Suku rendah larut dalam air

5)      Bersifat asam karena dapat melepas ion H+ (donor proton) sehingga membuat warna kertas lakmus menjadi merah

6) Gugus –CO-dan –OH bersifat polar serta rantai alkil bersifat nonpolar, maka asam karboksilat dapat bercampur dengan senyawa ion, senyawa polar, dan senyawa nonpolar.

7)    Kelarutan asam karboksilat dalam pelarut polat seperti air berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena asam alkanoat bersifat nonpolar.

8)  Mempunyai ikatan hidrogen dan gaya London, yang kekuatannya bertambah dengan pertambahan panjang rantai karbon yang mengakibatkan semakin tinggi titik didihnya.

 

c)       Reaksi asam karboksilat

1)       CH3COOH + KOH → CH3COOK + H2O  (netralisasi)

2)       CH3COOOH + CH3OH  →  CH3COOCH3 + H2O  (esterifikasi)

3)       CH3COOH + PCl5  →  CH3COCl + HCl + POCl3

4)       CH3COOH + SOCl2 →  CH3COCl + HCl + SO2

5)       CH3COOH + NH3 →  CH3CONH2 + H2O

d)     Kegunaan asam karboksilat

1)     Asam format/asam semut (HCOOH), sebagai penyamakan kulit, bahan pengumpal getah karet (lateks) dan industri tekstil

2)       Asam asetat (CH3COOH), penambah cita rasa masam pada makanan dan sintesis serat

3)      Asam oksalat, digunakan untuk menghilangkan karat dan pembuatan zat warna

4)       Asam tartrat, digunakan sebagai zat pengasam minuman, permen, dan baking powder

5)       Asam palmitat dan asam stearat, digunakan dalam pengolahan sabun

6)       Asam adipat, digunakan untuk membuat nilon

6.      Ester

a)      Tata nama IUPAC

1)       Merupakan senyawa turunan asam karboksilat sehingga diberi nama alkil alkanoat

2)       Alkil adalah gugus yang diikat oleh atom O pada gugus COO-

3)       Alkanoat adalah gugus utama yang mengikat –COO-

 

b)       Sifat fisika dan kimia

1)       Suku rendah mudah menguap dan beraroma sedap

2)      Suku rendah larut dalam air

3)       Suku tinggi, titik didih tinggi

4)       Bersifat polar

5)   Tidak adanya atom H dalam gugus mengakibatkan molekul-molekul ester tidak membentuk ikatan hidrogen

6)       Tidak bersifat asam karena tidak memiliki atom H pada gugus fungsinya

7)   Gaya yang berperan dalam senyawa adalah gaya tarik-menarik dipol-dipol di samping gaya London, hal ini menyebabkan titik didih dan titik leleh ester relatif rendah dibandingkan asam karboksilat

c)       Reaksi senyawa ester

1)       C2H5COOCH3 + H2O →  C2H5COOH + CH3OH (hidrolisis)

2)       C2H5COOCH3 + NaOH  →  C2H5COONa + CH3OH (saponifikasi)

d)      Kegunaan senyawa ester

1)       Amil asetat (CH3COOH), esens aroma pisang

2)       Butil butirat (CH3COOC5H11), esens aroma nanas

3)       Oktil asetat (CH3COOC8H17), esens aroma jeruk

4)       Propil propanoat (C3H7COOC3H7), esens aroma mangga

5)       Amil valerat (C4H9COOC5H11), esens aroma apel

6)       Lemak/minyak, sebagai bahan makanan (margarin) dan bahan dasar pembuatan sabun

7)       Propil asetat, esens aroma buah pir

8)       Etil format, rum

9)       Metil salisilat, sarsaparila

10)   Lilin (ester dari asam karboksilat berantai panjang dengan alkohol berantai panang), digunakan untuk membatik

7.      Haloalkana

a)      Tata nama IUPAC

1)      Nama haloalkana diawali dengan nama halogennya diikuti nama alkana sesuai abjad

2)      Penyebutan atom halogen sesuai kereaktifannya ( F > Cl > Br > I)

3)      Rantai utama mengikat atom halogen

4)      Atom C yang mengikat halogen diberi nomor serendah mungkin

b)      Sifat fisika dan kimia

1)     Dengan jumlah atom C yang sama, haloalkana mempunyai titik didih dan titik lebur lebih tinggi daripada alkananya

2)      Bersifat polar pada sebagian besar senyawanya

3)     Sebagian senyawanya mempunyai massa jenis yang besar

4)   Sifat fisis haloalkana ditentukan oleh gaya antar molekulnya yang bergantun dari jenis atom halogen, posisi atom halogen, dan panjang rantai karbon molekul

 

c)       Reaksi haloalkana

1)       C2H5Cl + KOH  →  C2H5OH + KCl

2)       CH3CHBrCH3 + OH   →   CH3CH=CH2 + H2O + Br

3)       2CH3CH2Cl + 2Na →   CH3CH2CH2CH3 + 2NaCl ( sintesis Wurtz) 

 

d)      Kegunaan senyawa haloalkana

1)       Kloroform (CHCl3), sebagai pelarut organik

2)       Iodoform (CHI3), sebagai antiseptik pada  luka

3)     Karbon tetraklorda (CCl4), sebagai bahan pemadam kebakaran, pelarut senyawa organik (pelarut oli dan lemak),  dan zat pengering pada dry cleaning.

4)       CFC/Freon (CCl2F2), sebagai pendingin pada AC dan kulkas

5)       Kloroetana (C2H5Cl), sebagai bahan anestesi local

6)       Vinilklorida (CH2=CHCl), sebagai bahan dasar PVC (industrri plastik dan karet sintesis)

7)       Teflon (CF2=CF2), sebagai bahan dasar antilengket pada alat makan

8)       Dibromonetana (C2H4Br2), sebagai pengikat debu timbal pada bensin 

 

SOAL-SOAL TURUNAN ALKANA

1.  Suatu senyawa mempunyai rumus C4H10O bereaksi dengan logam natrium menghasilkan gas hidrogen dan dengan larutan kalium dikromat dalam suasana asam menghasilkan butanon. Senyawa tersebut adalah….

A.       1 – butanol

B.       2 – butanol

C.       butanol

D.       dietil eter

E.        metil etil eter

2.      Diketahui :

1)        3 – metil butana

2)        2,2 – dimetil butana

3)        2,3 – dimetil butana

4)        2 – metil pentena

Pasangan isomer kerangka ditunjukkan oleh nomor…

A.    1 dan 2

B.     1 dan 3

C.     1 dan 4

D.    2 dan 3

E.     3 dan 4

3.      Jika asam etanoat direaksikan dengan 2 – propanol akan menghasilkan senyawa….

A.        etil etanoat

B.        propil etanoat

C.        metil propanoat

D.        isopropil etanoat

E.         propil metanoat

4.      Isomer fungsi dari senyawa asam propanoat adalah…

A.        metil asetat

B.        propanol

C.        propanon

D.        propanal

E.         asam – 2-metil propanoat

5.      Senyawa turunan alkana mempunyai ciri-ciri berikut:

1)        tidak dapat dioksidasi

2)        tidak dapat direduksi oleh reaksi Fehling

3)        reaksi hidrogenasinya menghasilkan senyawa 2-propanol

Senyawa tersebut mempunyai gugus fungsi….

A.        –COOR

B.        –O-

C.        –OH

D.        –COR

E.         –COOH 

6.      Kegunaan dan jenis gugus fungsi senyawa C3H6O berturut-turut adalah…

A.       bahan bakar,  – OH

B.       obat bius,   – O –

C.       pengawet preparat biologi, -COOH

D.       pembersih cat kuku,  – COR

E.        pengawet makanan, -COOR

7.      Salah satu contoh senyawa turunan alkana dengan gugus RCOOR’ dan kegunaannya adalah….

A.        propil asetat, aroma makanan

B.        aseton, pelarut cat kuku

C.        asam formiat, pengumpal lateks

D.        kloroform, pelarut senyawa organik

E.         metanal, pengawet kayu

8.      Senyawa 3-metil butanal dioksida hingga menghasilkan senyawa baru. Untuk mengetahui sifatnya, senyawa baru tersebut direaksikan dengan NaOH dan menghasilkan garam dan air. Saat senyawa tersebut direaksikan dengan alkohol dihasilkan senyawa berbau harum. Senyawa baru dimaksud adalah….

A.        2-metilbutanol

B.        asam 3-metilbutanoat

C.        metilbutanoat

D.        3-metil-2-butanon

E.         metoksibutana

9.      Gugus fungsi eter, aldehida, dan ester berturut-turut adalah…

A.        –O-, -COOH, -CO-

B.        –OH, -O-, -COO-

C.        –COO, -CHO, -O-

D.        –O-, -CHO, -COO-

E.         –CO-, -COH, -O-

10.  Nama senyawa berikut yang memenuhi tata nama IUPAC adalah….

A.        3-butanol

B.        2-metil-3-butanol

C.        1,2-dipropanol

D.        etoksimetana

E.         2-etoksipropana

11.  Senyawa 2-metil-1-pentanol berisomer dengan….

A.        metil propil eter

B.        dipropil eter

C.        isopentanol

D.        etil propil eter

E.         3-pentanol 

12.  Perhatikan senyawa berikut:

1)        etanol

2)        2-propanon

3)        etanal

4)        asam etanoat

5)        metil metanoat

Pasangan senyawa yang berisomer fungsi adalah…

A.        1 dan 2

B.        1 dan 3

C.        3 dan 4

D.        4 dan 5

E.         5 dan 3

13.  Senyawa karbon yang memperlihatkan gejala optis mempunyai…

A.        ikatan rangkap

B.        ikatan rangkap tiga

C.        semua ikatan adalah ikatan tunggal

D.        atom karbon asimetris

E.         satu gugus –OH

14.  Salah satu dari kimia berikut yang menyebabkan kerusakan lapisan ozon di stratosfer  adalah….

A.        CCl4

B.        CF2Cl2

C.        CH2Cl2

D.        CHCl3

E.         CH3Cl

15.  Sebuah zat yang optis aktif mempunyai rumus molekul C5H12O jika dioksidasi menghasilkan  aldehid. Zat tersebut adalah….

A.        etoksi propana

B.        3-pentanol

C.        2-metil-2-butanol

D.        isopentanol

E.         2-metil-1-butanol

16.  Suatu senyawa mempunyai rumus molekul C3H8O, bereaksi dengan logam natrium menghasilkan gas hidrogen, dan dengan larutan kalium dikromat dalam suasana asam menghasilkan propanon. Senyawa tersebut adalah…

A.        1-propanol

B.        2-propanol

C.        propanal

D.        dimetil eter

E.         metil etil eter

17.  Campuran yang dapat menghasilkan ester adalah….

A.        propanol dengan natrium

B.        propanol dengan etil propanoat

C.        metanal dengan asam etanoat

D.        propanol dengan fosforus triklorida

E.         etanol dengam asam  asetat

18.  Hidrolisis etil propanoat menghasilkan…

A.        propil alkohol dan asam etanoat

B.        asam propanoat dan etil alkohol

C.        isopropil alkohol dan asam etanoat

D.        asam asetat dan asam prpionat

E.         etanol dan propanol

19.  Suatu senyawa karbon mempunyai sifat-sifat berikut:

1)      jika dioksidasi menghasilka senyawa aldehid

2)      menghasilkan gas hidrogen saat direaksikan dengan natrium

3)      digunakan sebagai pelarut dan antiseptik

Gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa tersebut adalah…

A.        –O-

B.        –OH

C.        –CO-

D.        –COH

E.         –COOH

20.  Perhatikan data senyawa karbon berikut!

No

Nama senyawa

Kegunaan

1

Etanol

Penghapus cat kuku

2

Asam asetat

Desinfektan

3

Freon

Zat pendingin

4

Etil butirat

Aroma makanan

5

Metanol

Pengawet preparat

Hubungan yang tepat antara senyawa dengan kegunaanya dtunjukkan oleh nomor…

A.        1 dan 2

B.        1 dan 3

C.        2 dan 5

D.        3 dan 4

E.         4 dan 5 

21.  Kegunaan dan gugus fungsi senyawa CnH2nO2 yang tepat secara berturut-turut adalah….

A.        pelarut senyawa organik, -OH

B.        desinfektan, -COH

C.        aroma makanan, -COO-

D.        obat bius, -O-

E.         pelarut cat kuku, -CO-

22.  Kegunaan senyawa turunan alkana sebagai berikut:

1)      bahan pembuatan zat warna

2)      bahan tambahan dalam obat-obatan

Senyawa turunan alkana yang mempunyai kegunaan tersebut mempunyai gugus fungsi…

A.        –COH

B.        –OH

C.        –O-

D.        –COOH

E.         –COO-

23.  Perhatikan persamaan reaksi berikut:

       1.   CH3CH2COH + H2   →   CH3CH2CH2OH

       2.   (CH3)2CHCOOH + CH3OH    →   (CH3)2CHCOOCH3

Jenis reaksi pada persamaan 1 dan 2 secara berturut-turut adalah…

A.        substitusi dan saponifikasi

B.        adisi dan substitusi

C.        substitusi dan esterifikasi

D.        esterifikasi dan saponifikasi

E.         adisi dan esterifikasi

24.  Senyawa berikut ini yang mempunyai titik didih dan titik leleh paling tinggi adalah….

A.        CH3CH2CH2OH

B.        CH3CH2OCH3

C.        CH3CH2COOH

D.        CH3CH2CHO

E.         CH3COOCH3

25.  Senyawa berikut yang dapat berperan sebagai zat amfoter adalah….

A.        CH3CH2CH2OH

B.        CH3CH2OCH3

C.        CH3CH2COOH

D.        CH3CH2CHO

E.         CH3CO2CH3

26.  Di antara senyawa berikut ini, yang memiliki kelarutan paling kecil di dalam air adalah….

A.        CH3OH

B.        CH3CH2OH

C.        CH3(CH2)2OH

D.        CH3(CH2)3OH

E.         CH3(CH2)4OH

27.  Titik didih senyawa C4H9OH lebih besar dibandingkan senyawa (C2H5)2O. Hal ini sebabkan oleh….

A.        senyawa (C2H5)2O hanya memiliki ikatan hydrogen

B.        senyawa (C2H5)2O hanya memiliki gaya London

C.        senyawa (C2H5)2O memiliki massa molekul relatif (Mr) yang sama dengan senyawa C4H9OH

D.        senyawa (C2H5)2O kurang reaktif

E.         senyawa (C2H5)2O memiliki ikatan hidrogen dan gaya London

28.  Senyawa berikut ini yang menghasilkan satu jenis senyawa alkena jika dihidrolisis adalah…

A.        CH3CH2CH2CH(OH)CH3

B.        CH3CH2CH(OH)CH2CH3

C.        (CH3)2 CHCH(OH)CH3

D.        CH3CH2CH2CH2CH2OH

E.         CH3CH2CH2CO2CH3

29.  Senyawa alkohol di bawah ini yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan K2Cr2O7 dalam suasana asam adalah…

A.        3-pentanol

B.        4 – metil – 2 – pentanol

C.        3 – metil – 2 – butanol

D.        2 – metil – 2 – butanol

E.         3,3 – dimetil – 2 – butanol

30.  Senyawa alkohol di bawah ini yang bukan bersifat optis adalah…

A.        4 – metil – 2 – pentanol

B.        3 – metil – 2 – butanol

C.        2 – metil – 2 – butanol

D.        3-pentanol

E.         3,3 – dimetil – 2 – butanol

31.  Suatu senyawa karbon memiliki rumus molekul  C5H12O tidak menghasilkan gelembung gas saat direaksikan dengan logam natrium. Saat direaksikan HCl terbatas menghasilkan senyawa etanol dan propil klorida. Senyawa tersebut adalah….

A.        1-pentanol

B.        2-pentanol

C.        metoksi butana

D.        etoksi propana

E.         2-etoksi propana

32.  Beberapa kegunaan senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari.

1)        antiseptik

2)        obat bius

3)        pengawet preparat

4)        pelarut senyawa organik

5)        pemberi aroma makanan

Kegunaan senyawa eter ditunjukkan oleh nomor….

A.        1 dan 3

B.        2 dan 4

C.        2 dan 5

D.        3 dan 4

E.         4 dan 5

33.  Contoh senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsi  – COO –  dan  hasil identifikasinya  yang tepat adalah….

 

Rumus senyawa

Hasil identifikasi

A

C5H10O

Tidak dapat mereduksi pereaksi Fehling

B

C7H14O2

Dapat menetralkan larutan NaOH

C

C3H8O

Bereaksi dengan PCl5 menghasilkan kloro propana

D

C4H8O2

Bereaksi dengan larutan basa menghasilkan alkohol dan senyawa
garam

E

C4H10O

Tidak bereaksi dengan logam Na


34. 
Suatu senyawa karbon mempunyai rumus molekul C2H4O2. Gugus fungsi dan kegunaan senyawa tersebut secara berturut-turut adalah….

A.        -CO – , pelarut cat kuku

B.        – O – , pelarut organik

C.        – COH, bahan pembuat plastik

D.        – COOH, pengasam makanan

E.         – COO- , pemberi aroma makanan

35.  Suatu senyawa turunan alkana jika dioksidasi dengan  KMnOakan menghasilkan senyawa asam 2-metilpentanoat. Apabila direaksikan dengan reagen Benedict, lalu dipanaskan dihasilkan endapan merah  Cu2O. Senyawa turunan alkana tersebut mempunyai struktur….

A.        CH3CH2COCH(CH3)2

B.        CH3(CH2)2CH(CH3)COH

C.        CH3(CH2)3OCH(CH3)2

D.        HOCH2CH(CH3)(CH2)2CH3

E.         (CH3)2CH(CH2)2COOH 

36. Suatu senyawa organik digunakan sebagai bahan aditif makanan karena mempunyai bau khas. Senyawa tersebut dapat dihidrolisis menghasilkan propanol dan asam pentanoat. Rumus struktur senyawa tersebut adalah…

A.        CH3CH2CH(CH3CHCH3)CHCOOH

B.        CH3(CH2)4O(CH2)2CH3

C.        CH3CH2COO(CH2)4CH3

D.        CH3CH2CH(C3H7)COH

E.         CH3(CH2)3COO(CH2)2CH3

37.  Senyawa turunan alkana mempunyai rumus molekul C4H10O, tidak dapat dioksidasi, dan bereaksi terhadap logam natrium. Senyawa karbon tersebut mudah menguap dan digunakan sebagai obat bius. Gugus fungsi yang dimiliki senyawa tersebut adalah….

A.        -COH

B.        -O-

C.        -COOH

D.        -OH

E.         -CO-

38.  Senyawa karbon mempunyai rumus molekul C3H6O. Uji senyawa dengan larutan perak nitrat dalam amonia tidak menghasilkan cermin perak. Gugus fungsi senyawa tersebut adalah…

A.        – O – 

B.        -COH

C.        -CO-

D.        -COO-

E.         -COOH

39.  Suatu senyawa C3H6O mempunyai gugus fungsi dan kegunaan berturut-turut….

A.        -COOH, aroma makanan

B.        -COH, pengawet preparat

C.        -O- , obat bius

D.        -CO-, pelarut cat kuku

E.         -OH, antiseptik

40. Rumus kimia senyawa karbon CH3(CH2)2COH. Nama isomer fungsi dari senyawa tersebut adalah….

A.        2-butanon

B.        asam butanoat

C.        2-metil propana

D.        2-metil propanol

E.         metoksi isopropana

41.  Salah satu isomer struktur dari senyawa 3-metil-2-pentanol adalah….

A.        2-etoksi butana

B.        3-metil pentanal

C.        2-metil-2-pentanol

D.        3-metil-3-pentanol

E.         2-metil-3-pentanon 

42. Senyawa turunan alkana mempunyai rumus molekul C4H8Odapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah. Apabila direaksikan dengan alkohol menghasilkan senyawa dengan aroma buah. Struktur senyawa tersebut adalah….

A.        CH3CH2COCH3

B.        CH(CH3)2COH

C.        CH(CH3)2OCH3

D.        CH(CH3)2COOH

E.         CH3CH2COOCH3

43.  Berikut beberapa kegunaan senyawa karbon:

1)        penyedap rasa

2)        penyamak kulit

3)        pemanis obat

4)        bahan bakar

5)        bahan plastic

Kegunaan asam formnat dan etanol berturut-turut ditunjukkan oleh nomor….

A.        1 dan 2

B.        1 dan 3

C.        2 dan 4

D.        3 dan 5

E.         4 dan 5

 

 


No comments:

Post a Comment