Halaman

Sunday, July 5, 2020

SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR

Sistem periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah dalam satu golongan.

1.       Jari-jari Atom

Jari-jari atom adalah jarak dari inti  ke kulit terluar atom.

Kecendrungan jari-jari atom dalam sistem periodik:

a.     Dari atas ke bawah dalam satu golongan, jari-jari atom semakin besar. Hal ini karena semakin banyak kulit atom, sehingga jari-jarinya semakin besar.

b.     Dari kiri kenan dalam satu periode, jari-jari atom semakin kecil. Hal ini  karena  semakin besar muatan inti, maka semakin kuat gaya tarik menarik inti terhadap elektron sehingga semakin kecil jari-jarinya. 

2.       Jari-jari Ion

Ion dapat terbentuk dari atom netralnya karena pelepasan dan penyerapan elektron. Ion positif (kation) terbentuk karena atom melepaskan elektron, sedangkan ion negatif (anion) terbentuk

Karena atom menyerap elektron.

a.       Ion positif mempunyai jari-jari yang lebih kecil daripada atom netralnya

b.      Ion negatif mempunyai jari-jari yang lebih besar daripada atom netralnya 

3.     Energi ionisasi

Energi ionisasi adalah besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari satu atom netral dalam wujud gas sehingga terbentuk ion berwujud gas dengan muatan +1.

a.   Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi semakin kecil. Hal ini disebabkan karena jari-jari atom bertambah besar sehingga gaya tarik menarik inti terhdap elektron terluat semakin lemah.

b.      Dalam satu periode, dari kiri ke kanan semakin besar. Hai ini disebabkan jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhdap elekreon terluae semakin bertambah. 

Unsur-unsur golongan II A. V A, dan VIII A mempunyai energi ionisasi yang besar, bahkan lebih besar daripada energi ionisasi unsur di sebelah kanannya. Hal ini disebabkan oleh kestabilan konfigurasi elektron. Unsur-unsur golongan II A, V A dan VIII A mempunyai konfigurasi elektron yang relatif stabil, sehingga elektron sukar dilepaskan.

4.      Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah energi yang menyertai penambahan 1 elektron pada satu atom netral dalam wujud gas membentuk ion bermuatan -1.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memahami afinitas elektron.

1)  Penyerapan elektron ada yang disertai pelepasan energi, ada pula yang disertai penyerapan energi.

2)    Jika penyerapan elektron disertai pelepasan energi, maka afinitas elektronya dinyatakan dengan tanda negatif.

Contoh : Afinitas elektron fluorin = -328 kJ/mol berarti penyerapan elektron oleh atom fluorin membentuk F- disertai pelepasan energi sebanyak 328 kJ/mol.

3) Jika penyerapan elektron disertai dengan penyerapan energi, maka afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif.

Contoh : Afinitas elektron magnesium = 230 kJ/mol, berarti penyerapan elektron oleh atom magnesium sehingga membentuk ion Mg2+ disertai penyerapan energi.

4)   Unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif mempunyai daya tarik atau afinitas elektron yang lebih besar daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Dengan kata lain, semakin negatif nilai afinitas elektron, semakin besar kecendrungannya menarik elektron membentuk ion negatif.

5)    Unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif berarti ion negatif yang dibentuknya lebih stabil daripada atom netralnya. Contoh: Afinitas elektron fluorin = -328 kJ/mol, berarti ion F- lebih stabil dari pada atom F.

6)   Unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda positif berarti ion positif yang dibentuknya kurang stabil daripada atom netralnya. Contoh: Afinitas elektron magnesium = 230 kJ/mol, berarti ion Mg2+ kurang stabil dibanding dengan atom Mg. 

Kecendrungan afinitas elektron:

a)      Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung berkurang.

b)      Dalam satu periode dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung bertambah.

c)   Kecuali unsur alkali tanah (II A) dan gas mulia (VIII A), semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen (VII A). 

5.       Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah suatu bilangan yang menggambarkan kecendrungan relatif suatu unsur, menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia. Keelektronegatifan berkaitan dengan kecendrungan unsur menarik elektron, tetapi tidak dikaitkan dengan pembentukan ion positif dan ion negatif seperti energi ionisasi dan afinitas elektron.

Kecendrungan keelektronegatifan adalah:

a.       Dari atas ke bawah dalam satu golongan, keelektronegatifan semakin berkurang.

b.      Dari kiri ke kanan dalam satu periode, keelektronegatifan semakin bertambah. 

6.       Sifat Logam dan Nonlogam

Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecendrungan atom melepas elektron membentuk ion postif. Jadi sifat logam akan bergantung pada energi ionisasi. Semakin besar energi ionisasi, semakin sukar bagi atom untuk melepas elektron,dan semakin berkurang sifat logamnya. Sebaliknya, sifat nonlogam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecendrungan atom menarik elektron.

Kecendrungan sifat logam dan nonlogam adalah:

a.   Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.

b.    Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.

Jadi, unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah sistem periodik unsur, sedangkan unsur nonlogam terletak pada bagian kanan-atas. Akan tetapi, yang paling bersifat nonlogam adalah golongan VIIA, bukan golongan VIII A. Unsur yang terletak pada bagian tengah, yaitu unsur yang terletak di sekitar daerah perbatasan antara logam dan nonlogam, mempunyai sifat logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur ini disebut unsur metaloid/semi logam.

7.       Kereaktifan

Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecendrungannya melepas atau menarik elektron. Jadi, unsur logam yang paling reaktif  adalah golongan I A (logam alkali) sedangkan nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VII A (halogen). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VII A. golongan VIII A tidak reaktif.


Untuk mengetahui penjelasan tentang sifat-sifat periodik unsur, silahkan kunjungi video berikut ini:

Penjelasan materi sifat-sifat periodik unsur


Soal-soal sifat-sifat periodik unsur




1.      Dari beberapa unsur berikut yang mengandung:

1)        20 elektron dan 20 neutron

2)        10 elektron dan 12 neutron

3)        15 proton dan 16 neutron

4)        20 neutron dan 19 proton

5)        12 proton dan 12 neutron

Yang memiliki sifat mirip dalam sistem periodik adalah….

A.    1 dan 2

B.     2 dan 3

C.     2 dan 4

D.    3 dan 4

E.     1 dan 5 

2.    Data keelektronegatifan beberapa unsur sebagai berikut:

T = 1,2; U = 4,0; X = 2,5; Y = 3,5; Z = 3,0.

Unsur yan paling mudah menarik elektron adalah….

A.    T

B.     U

C.     X

D.    Y

E.     Z 

3.      Pernyataan yang benar mengenai sifat-sifat unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah mempunyai kecendrungan ….

A.    Jari-jari atom berkuran

B.     Keelektronegatifan bertambah

C.     Afinitas elektron bertambah

D.    Energi ionisasi berkurang

E.     Sifat logamnya berkurang

4.      Unsur dengan keelektronegatifan tinggi mempunyai konfigurasi elektron pada keadaan dasar adalah….

A.    1s2 2s2 2p6

B.     1s2 2s2 2p6 3s2

C.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

D.    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

E.     1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1

5.      Pernyataan di bawah ini yang tidak benar adalah….

A.    Dalam satu periode dari kiri ke kanan sifat nonlogam bertambah

B.     Dalam satu periode dari kiri ke kanan nomor atom bertambah

C.     Dalam satu periode dari kiri ke kanan massa atom bertambah

D.    Dalam satu golongan dari atas ke bawah sifat logam bertambah

E.     Dalam satu golongan dari atas ke bawah energi ionisasi bertambah

6.      Dalam satu golongan semakin kecil nomor atom maka ….

A.    Jari-jari atom semakin besar

B.     Energi ionisasi semakin besar

C.     Keelektronegatifan semakin kecil

D.    Sifat logam semakin besar

E.     Sifat nonlogam semakin kecil 

7.      Jika jari-jari Li, Na, K, Be, dan B secara acak dalam satuan angstrom adalah 2,01; 1,23; 1,57; 0,80; dan 0,89, maka jari-jari atom kalium sama dengan….

A.  0,80

B.  0,89

C.  1,23

D.  1,57

E.  2,01 

8.      Di antara unsur-unsur Na, Mg, K, Ca, dan Rb dengan nomor atom berturut-turut 11, 12, 19, 20, dan 37 yang memiliki energy ionisasi terkecil adalah….

A.    Na

B.     K

C.     Mg

D.    Rb

E.     Ca 

9.      Perhatikan data afinitas elektron berikut!

Unsur

Afinitas elektron

Be

240 kJ/mol

Cl

-349 kJ/mol

Pernyataan yang tepat untuk kedua unsur tersebut dalam mencapai kestabilan adalah

A.       ion Be- lebih stabil daripada atom Be

B.       ion Cl- lebih stabil daripada atom Be-

C.       atom Cl lebih stabil daripada ion Cl-

D.       atom Be lebih bersifat nonlogam

E.        atom Cl lebih bersifat logam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


No comments:

Post a Comment