Halaman

Tuesday, July 7, 2020

TEKNIK PEMISAHAN CAMPURAN

Campuran merupakan materi yang tersusun atas dua zat atau lebih yang memiliki sifat seperti zat penyusunnya dan dapat dipisahkan secara fisika. Komponen-komponen zat yang bergabung dapat diperoleh dengan cara pemisahan atau pemurnian. Beberapa teknik pemisahan yang dapat dilakukan, yaitu:

1.       Filtrasi (penyaringan)

Filtrasi merupakan tekni pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran partikel  zat-zat yang bercampur. Teknik ini digunakan untuk memisahkan zat-zat yang bercampur dalam campuran heterogen. Hasil penyaringan disebut filtrat, sedangkan sisa penyaringan disebut residu. Contoh, air dan pasir dapat dipisahkan dari campuran keduanya dengan cara filtrasi.

2.       Distilasi (penyulingan)

Distilasi merupakan proses pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih zat yang bercampur sehingga saat menguap setiap zat akan terpisah. Dalam proses distilasi terdapat dua tahapan penting yaitu penguapan dan pengembunan zat yang ingin didapatkan dari pemisahan. Cairan hasil penyulingan disebut distilat. Contohnya pemisahan alkohol dan air, penyulingan minyak bumi.

3.       Evaporasi (penguapan)

Evaporasi adalah proses pemisahan zat padat dari larutannya dengan cara menguapkan pelarutnya. Contohnya sari jeruk nipis yang berupa larutan asam sitrat dipisahkan dengan cara penguapan.

4.       Ekstraksi

Ekstraksi adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kelarutan zat dalam pelarut. Ekstraksi dibedakan menjadi ekstraksi padat-cair dan ekstraksi cair-cair. Contoh ekstraksi padat-cair adalah pengambilan senyawa kimia dalam bahan obat. Ekstraksi ini dapat dilakukan dengan cara maserasi (perendaman), sokletasi, perkolasi, dan refluks. Ekstraksi cair-cair menggunakan dua pelarut berbeda dan biasa dilakukan dengan alat corong pisah. Contoh pemisahan dengan corong pisah adalah pemurnian kafein dengan kloroform dari filtrate kopi dalam air.

5.       Kristalisasi

Kristalisasi merupakan pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Contoh proses kristalisasi yaitu pembuatan garam dapur dari air laut dan pembuatan gula dari tebu.

6.     Sublimasi

Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada campuran zat yang memiliki suatu zat yang dapat menyublim. Pemisahan sublimasi diterapkan dalam pemisahan iodin dari garamnya.

7.     Kromatografi

Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran bedasarkan perbedaan kecepatan rambat setiap komponen dalam pelarut di antara dua fase berbeda yaitu fase gerak dan fase diam. Contoh pemisahan zat warna dalam tinta.

8.      Sentrifugasi (pemusingan)

Sentrifugasi merupakan teknik pemisahan untuk memisahkan zat yang berukuran kecil dan berbeda massa jenis dalam campuran heterogen. Pemisahan dilakukan dengan menerapkan gaya sentrifugal. Campuran akan ternagi menjadi dua fasa yaitu cairan yang disebut supernatan dan padatan yang mengendap disebut pelet. Contohnya pemisahan sel darah merah dalam plasma darah, dalam pembuatan VCO (Vinil Coconut Virgin).

9.    Dekantasi (Penuangan)

Dekantasi adalah cara sederhana untuk memisahkan partikel-partikel padat tidak larut dari zat cair dengan membiarkan partikel-partikel tersebut mengendap, lalu menuang pelarutnya. Contoh pemisahan tanah yang dapat mengendap dari air lumpur. Air yang dituang menyisakan tanah di dalam wadah.

10.   Atraksi Magnetik

Atraksi magnetik adalah metode pemisahan campuran materi yang didasarkan pada perbedaan sifat kemagnetan zat-zat penyusun campuran. Contohnya pemisahan pasir besi dalam tanah.

11.   Pengayakan

Pengayakan digunakan untuk memisahkan zat padat dari zat padat lainnya berdasarkan perbedaan ukuran zatnya.

12.   Corong pisah

Corong pisah digunakan untuk memisahkan zat-zat cair yag tidak saling bercampur. Contoh memisahkan minyak dan air.

 

Untuk mengetahui cara memisahkan campuran, silahkan kunjungi video berikut ini:



1.      Perhatikan langkah-langkah pemisahan campuran dengan metode kromatografi berikut!

1)        Proses elusi

2)        Menotolkan campuran

3)        Menghitung Rf komponen yang dipisahkan

4)        Mengukur jarak noda dan jarak pelarut

Urutan pemisahan dengan metode kromatografi yang benar adalah . . . .

A.    1 – 4 – 3 – 2

B.     2 – 1 – 4 – 3

C.     2 – 1 – 3 – 4

D.    3 – 1 – 4 – 2

E.     4 – 2 – 1 – 3 

2.      Kafein dapat larut dalam air maupun dalam kloroform. Kafein dalam teh dapat dipisahkan menggunakan kedua pelarut tersebut. Tahapan langkah kerja yang dilakukan untuk mendapatkan kafein dalam bubuk teh berturut-turut adalah . . . .

 

Campuran I

Campuran I

Campuran II

Campuran II

A

Serbuk teh + air

Filtrasi

Serbuk teh + kloroform

Ekstraksi

B

Serbuk teh + air

Distilasi

Serbuk teh + kloroform

Distilasi

C

Serbuk teh + kloroform

Filtrasi

Serbuk teh + air

Filtrasi

D

Serbuk teh + kloroform

Distilasi

Serbuk teh + air

Distilasi

E

Serbuk teh + kloroform

Ekstraksi

Serbuk teh + air

Ekstraksi

 

3.      Seorang peniliti akan melakukan pemisahan senyawa X dan Y yang terdapat dalam suatu campuran dengan teknik distilasi. Pemisahan ini dimungkinkan karena senyawa X dan Y memiliki perbedaan . . . .

A.    Warna Kristal

B.     Massa jenis

C.     Titik didih

D.    Kelarutan

E.     Titik leleh 

4.      Disajikan data percobaan kromatografi kertas pada pemisahan komponen-komponen penyusun tinta spidol berikut.

Jenis Tinta

Warna yang terbentuk

Jarak Noda

Jarak Pelarut

Ungu

Ungu

Merah muda

4,2 cm

6,2 cm

7,2 cm

Biru

Biru

Ungu

3,7 cm

4,4 cm

7,1 cm

Merah muda

Merah muda

6,2 cm

7,2 cm

Berdasarkan data tersebut, data yang mempunyai nilai Rf paling rendah adalah . . . .

A.    Titik warna biru pada tinta spidol biru

B.     Titik warna ungu pada tinta spidol ungu

C.     Titik warna ungu pada tinta spidol biru

D.    Titik warna merah muda pada tinta spidol ungu

E.     Titik warna merah muda pada tinta spidol merah muda 

5.      Proses pembuatan gula dari batang tebu terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama diawali dengan menggiling batang tebu sehingga keluar sarinya. Selanjutnya, sari tebu diuapkan hingga menjadi kental atau lewat jenuh. Hasil penguapan lalu dipanaskan hingga terbentuk gula pasir. Tahap terakhir dalam proses pembuatan gula tersebut menerapkan teknik pemisahan . . . .

A.    Filtrasi

B.     Distilasi

C.     Sublimasi

D.    Kristalisasi

E.     Kromatografi

6.      Perhatikan beberapa contoh komponen dan campurannya berikut!

1)   Santan dan ampas kelapa

2)   Garam dapur dan larutannya dalam air

3)   Minyak kelapa dan santan

Urutan teknik pemisahan yang tepat untuk memisahkan komponen tersebut dari campurannya berturut-turut adalah . . . .

A.    Filtrasi, evaporasi, sentrifugasi

B.     Evaporasi, filtrasi, dekantasi

C.     Filtrasi, sublimasi, distilasi

D.    Filtrasi, sublimasi, dekantasi

E.     Evaporasi, sublimasi, dekantasi

7.      Minyak atsiri yang terkandung dalam daun cengkih dapat diambil dengan memisahkan dari komponen-komponen zat lainnya. Daun cengkih dimasukkan ke dalam labu, lalu ditambahkan pelarut hingga daun cengkih seluruhnya terendam. Setelah dilakukan pemanasan, minyak atsiri akan menguap, mengembun, lalu mengalir melalui pendingin sehingga tertampung ke dalam Erlenmeyer. Sementara itu, campuran air dan daun cengkih akan tertinggal dalam labu. Proses pembuatan minyak atsiri tersebut menggunakan teknik pemisahan . . . .

A.    Filtrasi

B.     Distilasi

C.     Dekantasi

D.    Evaporasi

E.     Sentrifugasi 

8.      Teknik pemisahan campuran tepung pati dan air yang dilakukan dengan cara membiarkan tepung pati tersebut mengendap, lalu membuang airnya merupak teknik . . . .

A.    Distilasi

B.     Dekantasi

C.     Evaporasi

D.    Kromatografi

E.     Atraksi magnetic

 


No comments:

Post a Comment