Halaman

Saturday, July 11, 2020

TITRASI ASAM-BASA

Titrasi asam-basa digunakan untuk menentukan kadar atau konsentrasi suatu larutan. Jika salah satu larutan diketahui molaritasnya, molaritas larutan yang lain dapat diketahui dengan rumus:

M1 V1 n1 = M2 V2 n2

N1 V1 = N2 V2

 

Keterangan :

V1 = volume larutan asam

M1 = konsentrasi/molaritas larutan asam

N = normalitas

V2 = volume larutan basa

M2 = konsentrasi/molaritas larutan basa

n1 = valensi asam

n2 = valensi basa

 

Titrasi asam basa merupakan titrasi yang berdasarkan reaksi penetralan asam-basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa yang telah diketahui kadarnya, dan sebaliknya, kadar larutan basa ditentukan dengan menggunakan larutan asam yang diketahui kadarnya.

Titik ekivalen adalah titik pada saat asam dan basa tepat ekivalen. Titik ekivalen dapat diketahui dengan bantuan indikator. Titik akhir titrasi adalah titik pada saat indikator berubah warna. Titrasi (penetasan) dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna. 

Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi yang tinggi, maka diusahakan titik akhir titrasi sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Oleh karena itu, harus dipilih indikator yang mengalami perubahan warna disekitar titik ekivalen.


Berikut bebepa video penjelasan tentang Titrasi Asam-Basa beserta pembahasan soal-soalnya:


Menghitung Kemolaran dari Titrasi Asam-Basa


Soal Penentuan pH berdasarkan trakyek pH indikator dan Titrasi



No comments:

Post a Comment